Tentang Nada Dering (Ringtone) Telepon Genggam

Posted on November 7, 2007. Filed under: Uncategorized |

Apa nada dering telepon genggam Anda? Kalau Anda menggunakan ayat suci AlQuran atau suara adzan, maka perlu diperhatikan fatwa para ulama tentang ini.

Hari ini detik.com menurunkan berita tentang perdebatan ulama di Arab dan India soal penggunaan aya AlQuran dan adzan sebagai nada dering telepon genggam. Di India sudah ada seminar yang membahas hal ini. Perbedaan pendapat juga terjadi pada beberapa Ulama Indonesia.

Yang mengharamkan antara lain:

  1.  “Alquran bukan diperuntukkan sebagai hiburan. Mereka yang tetap memakai ayat Alquran sebagai ringtone sebaiknya dikucilkan dari masyarakat,” ujar Mohammed Asumin Qazmi, salah satu Ulama di India seperti dilansir detikINET pada Rabu 22 November 2006 referensi di sini.
  2. “Alquran secara lengkap sebaiknya didengarkan dalam keadaan hening dan pikiran sholeh. Jika dipakai sebagai ringtone, ayat-ayatnya akan terpenggal,” ujar peserta seminar yang juga ulama setempat (India), Mufti Badru-Hasan referensi di sini.
  3. Dr. Ahmad Thoha Rayan, memandang tidak boleh menggunakan nada panggil yang berisi suara bacaan Al-Quranul Karim. Ia beralasan, karena Al-Quran yang dibacakan itu seharusnya diperhatikan bacaannya dan direnungkan isinya (ditadabburi), bahkan juga harus disertai adab dan etika tertentu untuk membacanya seperti dengan “ta’awudz” dan “basmalah”. Semua alasan itu, tidak mungkin dilakukan oleh para pemilik telepon genggam referensi di sini
  4. Dr. Ali Jam’ah, Mufti Mesir telah memfatwakan haramnya menggunakan bunyi pembacaan ayat suci Al-Quran dalam telepon genggam yang dijadikan nada panggil. Pengharaman yang disampaikan Dr. Ali Jam’ah, adalah pengharaman yang mutlak sifatnya karena hal tersebut dianggap menodai kesucian Al-Quranul Karim yang diturunkan Allah swt untuk peringatan, dan membacanya adalah ibadah. Bukan digunakan untuk hal-hal yang keluar dari lingkup tujuan diturunkannya. referensi di sini
  5. Sheikh Saleh Al-Shamrani (Ulama Arab Saudi) berkata perbuatan itu bersifat makruh apalagi jika deringan tersebut terjadi ketika pemiliknya berada dalam WC atau di tempat hiburan seperti disko. “Ayat suci al-Quran amat tinggi nilainya dan tidak tepat direndahkan tahapnya sebagai nada dering HP. Paling rendah hukumnya adalah makruh,” katanya. Referensinya disini.
  6. Anggota majelis fatwa MUI, Amlir Syaifa Yasin: Quran Itu Pedoman Hidup, Bukan untuk Ringtone. lihat di sini.

Yang memperbolehkan:

  1. Rektor IAIN Surabaya, Prof Dr. Natsir mengatakan bahwa ringtone alquran bisa jadi sarana dakwah. lihat di sini.
  2. Ketua PWNU Jatim, Ali Machsan Musa: “Kalau ayat Alquran sebagai ringtone nggak apa-apa. Apa bedanya dengan ada yang di kaset dan CD serta televisi? Asalkan bacaannya betul.” lihat di sini.
  3. Ketua MUI Ma’ruf Amin tidak mempermasalahkan penggunaan ayat suci Alquran atau azan sebagai ringtone ponsel. Dia malah menilai hal tersebut sebagai suatu yang positif. lihat di sini.

Pendapat mana yang Anda pilih? Kalau saya sih, memang selama ini lebih sering tidak pakai nada dering Al-Quran atau adzan. Kalau mau mendengarkan AlQuran, saya prefer pakai MP3 Player atau menyetel di komputer.

Saya sendiri lebih sering mengubah nada dering menjadi nada getar. Soalnya pengalaman saya, kalau sholat berjamaah suka lupa mematikan dering. Lalu, berbunyilah HP saya, sehingga mengganggu kekhyusu’an sholat saya dan orang-orang di sekitar. Sejak saat itu, HP saya lebih sering silent-kan.

Saya kira penting juga fatwa: apa hukumnya membunyikan ringtone ketika sholat berjama’ah. Terus terang saya sering terganggu dengan ringtone yang berbunyi ketika sholat. Apa lagi jika ada lagu-lagu yang populer. Tidak ada ringtone saja susah khusyu apalagi ada ketika ada ringtone yang berbunyi🙂

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

3 Responses to “Tentang Nada Dering (Ringtone) Telepon Genggam”

RSS Feed for Fauzie Abdullah Comments RSS Feed

great. lets create more than this. i believe that u can. bravo
Ring tone dengan ayat-ayat alquaran bisa jadi mengganti arti karena tidak sempurna suara yang didengarin. pengalaman saya menggunakan ringtone dengan ayat alquran seringkali tidak sampai selesai samapi titik. untuk menghindari pemaknaan yang keliru menurut saya g usah lah menggunakan ringtone alquran, lebih baik lagu-lagu arab biasa seperti halbik dan lainnya. saya pikir juga syiar kok….

selain menggangu kita semasa menunaikan solat,penggunaan ayat suci al Quran sebagai nada dering juga tidak elok semasa kita berada dalam tandas..

kalo jadikan ayat al quran sebagai ring tone, nanti maksud nye akan jadi lain apabila kita mengangkat pangilan..contohnye..TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH..kalo sekerat saje nanti jd, TIADA TUHAN…….takke berdosa tuu..seelok2nye gunalah nasyid,lagu arab….lebih elok sikit..

Banguji:
Wah, betul itu..
Terima kasih sudah mampir..
btw, blog saya pindah ke yang berbayar.. http://banguji.net , mampir ya..


Where's The Comment Form?

  • Hubungi Saya



    Fauzie Abdullah
    T. 0817-121515
    E. fauzie@haninstore.com
    YM. fozzix
  • Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS
    • Subscribe in Rojo

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: