Religi

Belajar Konsep Rizki dari Penjual Rujak

Posted on January 2, 2015. Filed under: Bisnis, Inspirasi, Religi |

Belajar Konsep Rizki dri Penjual Rujak

 

HARI ini hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko.

Beliau saya pinjamkan tempat duduk dari dalam toko. Masih penuh gerobaknya dengan buah-buah tertata rapi.

Kulihat dari dalam toko beliau membuka buku kecil. Rupanya sebuah alquran. Beliau begitu tekun dengan Al-Qurannya.

Sampai jam setengah 11 hujan tak kunjung berhenti.

Saya mulai risau karena sepi pembeli.

Saya keluar sekadar memberikan air minum kemasan dan beberapa butir kurma.

Tidak ada sedikitpun raut gelisah terlihat di wajahnya.

 

“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” Kataku sambil menatap gerobaknya. “Masih banyak banget.”

 

Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya.

 

“Aamiin,” kataku.

 

“Kalau gak abis gimana, Pak?” tanyaku penuh iba…

 

“Ya.. Kalau gak abis ya risiko, Bu… Kalau yang gak bisa sampai besok kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga juga seneng daripada kebuang. Kalau kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.

 

“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.

 

“Ya Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa dan meminta sesuatu sama Allah. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum. “Dikasih kesempatan berdoa juga kan rejeki, Bu…”

 

“Terus kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.

 

“Berarti rejeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, bertahun tahun saya jualan rujak belum pernah sampai kelaparan.

 

“Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak.

 

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan .. Makasih yaa ,Bu…” katanya sambil menutup badannya dengan plastik dan membuka payung yang menempel di grobaknya.

 

Saya terpana… Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.

 

Tiba-tiba hati yang tadinya gundah menjadi ceria, mumpung masih hujan … Masih ada kesempatan dapat berdoa di waktu mustajab. []

 

(Sumber:www.islampos.com)

Advertisements
Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Selamat Hari Ibu..

Posted on December 22, 2007. Filed under: Keluarga, Religi | Tags: , , , |

Selamat Hari Ibu

Selamat Hari Ibu..

Dear Rekan-rekan
Tanggal 22 Desember adalah hari ibu.
Apa yang bisa teman-teman lakukan untuk memperingatinya?
Tentunya kita tidak bisa membalas perjuangannya mengandung selama sembilan bulan [terutama saya sebagai lelaki 🙂 ]
Tentunya kita tidak bisa membayar perjuangannya melahirkan kita
Tentunya kita juga tidak bisa membalas jasanya membesarkan kita dimasa kecil, menyusui, begadang, bahkan terkadang ia mendahulukan kepentingan kita dibanding kepentingan dirinya sendiri..

Wah, kalau di list, banyak sekali jasa beliau terhadap kita.. Bahkan sampai kita punya anak pun, kasih beliau begitu besar dirasakan

Bagaimana kalau hari ini kita memberikan sesuatu untuk mereka?
Apa ya..

Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?” Nabi Saw menjawab, “ibumu…ibumu…ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu.” (Mutafaq’alaih).

Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah membawa ibuku di atas kudukku sepanjang 2 farsakh ( 1 farsakh kurang lebih 8 km) pada hari yang sangat panas yang sekiranya aku melemparkan beberapa potong daging, maka daging itu akan masak. Apakah aku telah melaksanakan syukurku padanya?” Beliau bersabda, “Barangkali itu sama dengan saru kali hentakan (saat melahirkan).”
[Hadits dalam Majmu’uz Zawaid, diriwayatkan oleh Buraidah RA– diambil dari buku Tarbiyatul Awlad, Dr. Abdullah Nashih Ulwan]

Keterangan Gambar: Ibu saya, adik saya, dan 2 anak saya ketika menengok istri saya yang baru lahiran anak kedua September 2007 lalu.

Fauzie Abdullah | Owner Toko Busana Muslim HaninStore.com online dan offline <<Mampir ya..

Read Full Post | Make a Comment ( 1 so far )

Saya (jadi) Ingin Pergi Haji

Posted on December 18, 2007. Filed under: Haji, Keluarga, Perjalanan, Religi | Tags: , , , |

 

masjidilharam1.jpg

Sekitar sebulan yang lalu saya Alhamdulillah berkesempatan menghadiri Walimatus safar bibi saya yang insyaAllah akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Walimatus safar itu semacam acara yang diadakan untuk melepas seseorang yang akan melaksanakan ibada haji. Di dalamnya ada taushiyah (ceramah) haji, permohonan maaf (dari yang akan menunaikan ibadah haji), doa, silaturahmi dan makan-makan. Sebelumnya, saya tidak terlalu paham hikmah dan manfaat dari walimatus safar ini. Karena sejauh yang saya tahu, Rasulullah tidak mencontohkannya (CMIIW-Koreksi ya kalo salah). Tapi setelah kemarin ikut ini, saya merasakan banyak manfaat dari acara ini. Dan ujung-ujungnya.. saya jadi ingin pergi haji.. Amin

Pada tulisan ini, saya ingin me-resumekan apa yang disampaikan oleh Pak Ustadz dalam taushiyahnya. Inilah taushiyah yang membuat saya (jadi) ingin pergi haji. Ingin dalam arti bertekad untuk segera menunaikannya. InsyaAllah bermanfaat buat kita semua.

Naik haji itu sangat erat berkaitan dengan kekuatan niat, kerinduan dan tekad. Banyak kisah tentang orang yang tidak mampu secara finansial, tapi Allah mengundangnya ke Baitullah. Banyak juga diantara kita yang mampu secara finansial, tetapi tidak jua melakukannya. Adalah rahasia Allah menentukan apakah kita layak diundang olehNya atau tidak. Nah, tugas kita adalah menguatkan niat, kerinduan dan tekad tersebut agar Allah berkenan mengundang kita. Bagaimana caranya?

1. Perbanyak Doa kepada Allah SWT
Doa adalah cermin dari keinginan yang kuat. Kita meminta kepada Allah SWT karena Dia lah Yang Berwenang untuk mengundang seseorang ke Baitullah. Seberapa banyak keinginan kita pergi haji bisa dilihat dari doa kita, apakah kita pernah atau sering berdoa meminta kepada Allah untuk (pergi haji) ini atau tidak.

2. Kuasai Manasik Haji
Jika kita sudah maksimal berdoa, mari dorong juga dengan kesiapan ilmu tentang haji. Ini tentu saja akan membuktikan kesungguhan doa kita dihadapan Allah. Bukankah kita minta kepada Allah agar ketika kita sekali pergi haji, langsung mendapat haji mabrur? Nah itu dimulai dari penguasaan ilmu ibadah haji.

3. Buka Tabungan Haji
Buat yang jauh dari Arab Saudi, pasti biaya haji jadi besar. Wajar jika anda yang punya penghasilan pas-pasan, tidak bisa langsung punya uang full untuk naik haji. Oleh karena itu, kita perlu mencicil dengan membuka tabungan haji. Ini juga sebagai bukti kesungguhan doa dan tekad kita (di hadapan Allah). Jika sudah punya tabungan haji, rutinlah mengisi sedikit demi sedikit. Sehingga pada saatnya nanti Allah mengundang kita, Dia akan menggenapkan tabungan kita dari arah yang (sering) tidak disangka-sangka.

4. Perbanyak mengikuti walimatus safar
Perbanyak mengikut walimatus safar dalam rangka: satu, membuktikan keinginan dan tekad kita (dihadapan Allah SWT); dua, meminta doa dari yang akan pergi haji (terutama minta didoakan ketika berada di tempat-tempat mustajab doa); tiga, mendengarkan kisah-kisah perjalanan haji insyaAllah menguatkan tekad kita; empat, mendapatkan tips-tips ibadah haji yang nyaman; empat, mengenal medan haji yang katanya sangat menguji fisik.

5. Perbanyak mendengar pengalaman ibadah haji
Ini sangat penting untuk menguatkan tekad kita. Bukankah ada hadits nabi yang mengatakan: “Kawan pendamping yang sholeh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya. (HR. Bukhari)”

6. Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan ibadah
Jika kita dekat dengan Allah, tentu Allah juga dekat dengan kita, dan tidak sungkan-sungkan untuk mengabulkan keinginan kita.

Demikian kira-kira tips-tips yang diberikan oleh Pak Ustadz untuk kita menguatkan niat, kerinduan dan tekad tersebut agar Allah berkenan mengundang kita menunaikan ibadah haji.

Satu lagi pesan beliau, ibadah haji itu menuntut kekuatan fisik yang prima. Oleh karena itu, agar kita bisa maksimal beribadah, ibadah haji ini disarankan dilakukan di sebelum tua, yaitu ketika fisik kita masih kuat.

Wallahu a’lam bish-shawab. Semoga bermanfaat.
Teriring doa.. Ya Allah, semoga hambamu ini, beserta orang tua dan keluarga, ini bisa menunaikan ibadah haji tahun depan. Amin

Fauzie Abdullah | Owner Toko Busana Muslim HaninStore.com online dan offline <<Mampir ya..

Read Full Post | Make a Comment ( 21 so far )

Ramadhan hampir tiba

Posted on August 21, 2007. Filed under: Religi |

Hari ini saya diingatkan oleh seseorang di milis bahwa bulan Ramadhan tinggal 22 hari lagi. Wah, sudah sangat dekat ya.. Bulan yang penuh kenangan itu akan segera datang kembali. Subhanallah wal hamdulillah..

Apa saja nih yang harus dipersiapkan untuk menyambut Bulan Kenangan? Ini saya dapatkan bahasan yang cukup komperehensif tentang persiapan menyambut bulan Ramadhan dari dakwatuna online.

Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan

Oleh Mochamad Bugi | 21 August 2007 @ 19:17 | 8/Syaban/1428 H |
Kategori: Sunnah Nabawiyah

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk
bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan
keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan
itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik
r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu
berdoa, “Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna
ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan
Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan
karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka.
Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, “Allahu
akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal
islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah,
karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan,
keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu
melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali
diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya
berkata, “Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan
diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai
tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan
keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah
kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk
melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan
kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan
memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw.
selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali
datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan,
bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk
berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup
pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat
gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar
selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan
dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar
mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi
setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan
diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan.
Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam
melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-
aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah,
niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad
(47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan.
Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib
mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa
kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang
yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-
Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk.
Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan
adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,
hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur
(24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses
tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang
keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap
untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh
dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan
keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih.
Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan
melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya.
Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat
hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang
paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah
yang paling bermanfaat bagi orang lain.

(Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)

http://www.dakwatuna.com/index.php/sunnah-nabawiyah/2007/sepuluh-
langkah-menyambut-ramadhan/

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

  • Hubungi Saya



    Fauzie Abdullah
    T. 0817-121515
    E. fauzie@haninstore.com
    YM. fozzix
  • Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS
    • Subscribe in Rojo

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...